Seperti yang kita ketahui bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global terutama di Indonesia sangat signifikan. Menurut kabar yang beredar bahwa pada pekan awal bulan September ini, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih positif dibandingkan dengan pekan sebelumnya, Selain itu pada bulan Agustus pertumbuhan ekonomi juga mulai digencarkan dengan peningkatan ekspor . Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartanto menilai peningkatan ekspor tersebut mengindikasikan Indonesia kembali memasuki pemulihan tren ekonomi. Bulan September ini Indeks bursa saham acuan nasional tersebut melesat 1,42% secara point-to-point pada pekan ini. 
    Mata uang rupiah kembali sukses mempertahankan penguatan melawan dolar Amerika Serikat( AS) sejauh minggu ini. Penguatan rupiah terhadap sang green back bahkan lebih baik dari minggu tadinya. Mengutip dari Refinitivpada minggu ini, rupiah sanggup melesat 1, 08% secara point- to- point ke tingkat Rp 14. 260/ US$. Pada perdagangan Jumat( 3/ 9/ 2021) kemarin, rupiah ditutup naik tipis 0, 07%. 
     Minggu ini berberapa informasi ekonomi dari Daratan Biru serta Paman Sam hendak menggerakkan pasar. Pada hari Selasa informasi tingkatan pengangguran Uni Eropa hendak dirilis. Per bulan Juli tingkatan pengangguran Uni Eropa terletak pada kisaran 7, 6% yang artinya turun 0,2% dari persentase yang semula 7,8% di bulan Juni. 
    Melesatnya virus Covid-19 varian delta menimbulkan perekonomian yang kembali macet dan pembatasan perjalanan di sejauh Daratan Biru yang kemungkinan besar akan berpengaruh pada tingkat pengangguran di Uni Eropa, terlebih mengingat bulan ini adalah bulan-bulan banyak turis yang berkunjung. 
    Sedangkan itu BoC terus menahan tingkatan suku bunga di angka 0, 25% sejauh krisis pandemi yang masih berlangsung serta para pakar ekonomi yang menyangka belum terdapat pergantian di pertemuan kali ini. Walaupun demikian tingkatan suku bunga yang mini ini menimbulkan banyak orang menyangka timbulnya bubble di zona perumahan Kanada mirip semacam yang terjalin di AS kala The Fed melakukan & nbsp, tapering & nbsp, pembelian peninggalan. 
     Dari Amerika Serikat, Indeks Harga Produsen Inti untuk bulan Agustus hendak dirilis. Harga- harga komoditas semacam besi, tembaga, serta kayu mulai turun dari posisi tertingginya bulan kemudian, walaupun demikian rantai pasokan masih tersendat yang menimbulkan pengantaran bahan baku yang terlambat yang menimbulkan harga-harga komoditas senantiasa besar.

Komentar